Saturday, July 7, 2012

Kemah Semangat

1 comments

Pekan liqo minggu ini berbeda lagi sama seperti pekan kemarin. Kalau kemarin kita bertemu dengan pakar dalam bidang wirausaha, sekarang kita diminta untuk bantu dalam "Kemah Semangat" yang dimiliki oleh murrobi saya. Peserta dari kemah ini adalah anak-anak dari TPQ Griya Qur'an dan TPQ Al-Huda dengan jumlah sekitar 40 orang. Waktu saya datang itu pada saat malam hari, sedang kemah ini sudah dimulai dari sore harinya.


Gambar 1. Menikmati api unggun.

Kemah ini sangat sederhana dan tidak diadakan di hutan atau tempat perkemahan tapi memanfaatkan tanah kosong atau lapangan yang berada di depan TPQ. Tenda didirikan berjumlah 3 buah untuk 1 kelompok akhwat dan 2 kelompok ikhwan. Pendirian tenda dengan memanfaatkan jemuran baju sebagai tiang penyangga tenda. Tenda ini cukup besar sehingga bisa menampung semua peserta kemah. Terdapat juga api unggun yang dibakar untuk membantu berjalannya acara berlangsung. Disekitar lokasi juga terdapat beberapa kompor dan alat masak.


Tidak hanya anak-anak TPQ yang datang tapi orang tua dari mereka juga menemani mereka. Ketika sedang diadakannya api unggun, peserta diberiakan renungan tentang berbakhti kepada kedua orang tua. Renungan ini memberikan kesan yang begitu berarti karena ada beberapa anak yang ketika diminta untuk menghampiri ibunya untuk meminta maaf terjadi pengamatan yang mengharukan. Ada beberapa anak yang menangis diikuti juga dengan ibunya. Acara renungan ini memberikan makna terharu bagi yang berada disana. Setelah selesai api unggun peserta diminta untuk tidur dan menuju ke tenda masing-masing.


Gambar 2. Renungan malam.

Ketika para peserta memasuki tenda saya dan teman-teman mentoring duduk bersama warga sambil menikmati singkong bakar yang telah dimasukkan ke dalam api unggun. Tidak hanya itu saja kami juga dihidangkan kacang rebus dalam beberapa mangkok. Begitu luar biasa, bisa memakan santapan itu kembali karena sudah lama tidak berjumpa dengan singkong bakar dan kacang rebus yang mengingatkan masa kecil dulu. Keramahan warga membuat kami senang menikmati santapan yang diberikan. Untuk minumnya kami diberikan kopi supaya tetap terjaga pada malam hari. Panitia juga rapat membahas untuk outbond pada besok pagi.


Gambar 3. Kacang rebus.
Gambar 4. Bulan purnama menemani kemah.

Kemah Semangat ini memberikan kami pembelajaran tentang kesederhaan dan kebersamaan. Canda dan tawa peserta mengingatkan kami kepada masa kecil dulu yang masih sering berbuat salah kepada orang tua. Kami pun berkumpul untuk menceritakan perjuangan kami saat memasuki dunia perkuliahan. Adanya yang awalnya tidak niat untuk berkuliah dan ada juga yang hanya bermodalkan coba-coba walaupun tidak mempunyai biaya untuk bayar uang gedung saat awal masuk kuliah. Walaupun kita sudah memasuki tingkat akhir di dunia perkuliahan tidak akan mau kalah dengan semangat peserta kemah untuk tetap meraih mimpi.




Gambar 5. Kemah Semangat.

One Response so far

Leave a Reply